Bertumbuh dalam penggembalaan bukanlah proses yang instan, melainkan perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, kerendahan hati, dan terutama kesabaran. Seorang gembala tidak hanya dipanggil untuk memimpin, tetapi juga untuk merawat, memahami, dan berjalan bersama domba-domba yang dipercayakan kepadanya dalam berbagai keadaan hidup yang tidak selalu mudah.
Bertumbuh dalam penggembalaan bukan hanya soal memimpin jemaat, tapi juga membentuk karakter yang meneladani Kristus. Salah satu karakter penting adalah berani berbuat baik, walaupun kadang tidak dihargai atau diakui orang lain.
Dalam Roma 12:21 berkata, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” Ayat ini mengajarkan bahwa kebaikan sejati tidak bergantung pada pujian manusia. Dalam pelayanan, seorang gembala sering menolong orang yang mungkin tidak menghargai atau bahkan salah paham terhadap niat baiknya. Tapi Tuhan selalu melihat hati kita, dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan kasih akan dihitung oleh-Nya.
Berani berbuat baik berarti tetap menolong, membimbing, dan menguatkan jemaat, meskipun respon mereka lambat atau bahkan menimbulkan kritik. Tujuannya bukan untuk menjadi populer, tetapi untuk membangun, membawa damai, dan meneladani kasih Kristus.
Kebaikan juga bisa memutus lingkaran kejahatan. Misalnya, saat ada konflik, seorang gembala tidak membalas dengan kemarahan, tetapi dengan pengertian, kesabaran, dan kasih. Dengan begitu, ia “mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,” seperti yang diajarkan Roma 12:21.
Dengan demikian jika dipahami, bertumbuh dalam penggembalaan berarti berani tetap melakukan yang benar, menolong, dan mengasihi, meski tidak selalu terlihat atau dihargai orang lain. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan membawa perubahan nyata, baik bagi diri sendiri maupun jemaat yang dipimpin.
.